Rahasia di Balik Tautan: Bagaimana Dofollow dan Nofollow Bisa Jadi Senjata SEO Anda

Kalau ngobrolin SEO, pasti nggak jauh-jauh dari yang namanya backlink. Udah kayak mantra sakti: "dapatkan backlink berkualitas, ranking website naik". Tapi, pernah nggak sih kamu ngecek, tautan yang kamu dapat atau kamu berikan ke orang lain itu, ada atribut rel="nofollow" atau enggak? Atau malah dofollow? Banyak yang masih bingung, bahkan menganggap remeh perbedaan kecil ini. Padahal, memahami seluk-beluk "backlink dofollow vs nofollow untuk SEO" itu ibarat punya peta harta karun di dunia digital. Yuk, kita bedah bareng-bareng biar strategi link building kamu nggak asal tembak.

Backlink 101: Sekilas tentang "Suara" di Mata Mesin Pencari

Bayangkan internet itu sebuah kota besar. Setiap website adalah sebuah gedung atau toko. Backlink adalah jalan yang menghubungkan gedung-gedung tersebut. Nah, Google dan mesin pencari lain melihat jalan-jalan ini (backlink) sebagai "rekomendasi" atau "suara". Semakin banyak jalan yang mengarah ke gedung kamu (website kamu), dan semakin bagus kualitas jalan raya itu (website pemberi link), semakin pentinglah gedung kamu di mata sang walikota (Google). Tapi, nggak semua jalan itu sama. Ada jalan tol yang memberikan akses cepat dan diakui (dofollow), ada juga jalan kecil atau jalan setapak yang cuma untuk lalu lalang biasa, tanpa pengakuan resmi (nofollow).

Apa Itu Backlink Dofollow? The "Power Passer"

Backlink dofollow adalah jenis tautan standar, tanpa atribut rel="nofollow". Inilah link yang kita kenal sebagai "link juice" passer. Ketika sebuah website memberikan link dofollow ke situs kamu, itu artinya mereka secara resmi merekomendasikan kamu. Mereka seperti bilang ke Google, "Hei, konten di website ini bagus dan relevan, kamu bisa percaya!"

Link jenis ini mentransfer "authority" atau otoritas. Semakin tinggi otoritas website yang memberi link dofollow, semakin besar pula nilai yang ditransfer ke website kamu. Ini adalah elemen krusial dalam algoritma ranking Google. Jadi, kalau kamu dapat backlink dofollow dari situs ternama seperti media online besar, universitas, atau institusi pemerintah, itu adalah emas murni untuk SEO.

Lalu, Apa Itu Backlink Nofollow? Bukan Berarti Sampah!

Backlink PBN nofollow adalah tautan yang di dalam kode HTML-nya ditambahkan atribut rel="nofollow". Atribut ini adalah sinyal untuk mesin pencari: "Jangan ikuti link ini" atau "Saya tidak memberikan endorsement atas halaman yang saya tautkan".

Nah, di sinilah banyak yang salah kaprah. Mereka menganggap link nofollow itu useless, nggak ada gunanya. Padahal, anggapan itu keliru banget! Meskipun tidak mentransfer "link juice" secara langsung, link nofollow punya peran dan nilai tersendiri:

  • Traffic Referral: Tetap bisa mengirimkan pengunjung langsung ke website kamu. Visitor adalah visitor, mau dari link dofollow atau nofollow.
  • Natural Link Profile: Website natural dan organik itu nggak cuma punya link dofollow. Campuran antara dofollow dan nofollow membuat profil backlink kamu terlihat alami di mata Google, bukan hasil dari manipulasi.
  • Brand Mention & Awareness: Nama brand atau website kamu disebut di berbagai platform (forum, komentar blog, media sosial dengan nofollow), itu meningkatkan pengenalan dan bisa menjadi sinyal branding yang positif secara tidak langsung.

Head-to-Head: Dofollow vs Nofollow dalam Praktek SEO Sehari-hari

Jadi, gimana cara nerapin pengetahuan ini? Kita lihat skenario nyatanya.

Kapan Fokus Mencari Dofollow?

Strategi utamamu harus tetap mengincar backlink dofollow berkualitas tinggi. Caranya? Dengan content marketing yang luar biasa. Buat konten yang benar-benar bernilai, penelitian mendalam, infografis yang keren, atau tool yang berguna. Konten semacam ini punya peluang besar untuk mendapatkan link dofollow secara natural karena orang-orang akan dengan sukarela mereferensikannya. Guest posting di blog-blog niche yang authoritative dengan kesepakatan link dofollow juga masih efektif, asalkan relevansi dan kualitasnya terjaga. Ingat, kualitas lebih penting daripada kuantitas. Satu link dofollow dari sumber top lebih baik daripada seratus link dari situs abal-abal.

Kapan Nofollow Itu Oke, Bahkan Diperlukan?

Jangan pernah menolak atau menganggap remeh link nofollow dari sumber yang bagus! Misalnya, kamu disebut di artikel CNN atau Forbes, tapi link-nya nofollow. Itu tetap sebuah pencapaian besar dari segi branding dan bisa mendatangkan traffic yang melimpah. Selain itu, dalam aktivitas tertentu, menggunakan nofollow adalah sebuah keharusan dan best practice:

  • Link Berbayar (Iklan): Google secara eksplisit menyarankan agar link dari iklan atau sponsorship diberi atribut nofollow. Ini transparansi yang sehat.
  • User-Generated Content (UGC): Di kolom komentar blog, forum, atau post di media sosial, link yang ditempelkan user sebaiknya nofollow untuk mencegah spam.
  • Press Release & Afiliasi: Seringkali, link dalam siaran pers atau link afiliasi juga diberikan tag nofollow.

Memanfaatkan Private Blog Network (PBN) dengan Tepat dalam Strategi Link

Nah, bicara tentang membangun otoritas dengan cepat, kita nggak bisa mengabaikan peran Private Blog Network (PBN). Secara sederhana, PBN adalah jaringan blog pribadi yang dibangun di domain-domain berkualitas (biasanya domain ekspirasi yang punya sejarah backlink bagus) dengan satu tujuan utama: memberikan link dofollow menuju website money site (website utama yang ingin di-rank).

Kenapa banyak praktisi SEO advanced menggunakan PBN? Karena mereka memberikan kontrol penuh. Kamu bisa menentukan anchor text yang tepat, menempatkan link di konteks artikel yang sangat relevan, dan mengatur waktu publishing-nya. Ini adalah cara untuk secara sistematis "menyiram" website utama dengan link juice dari sumber-sumber yang kamu kendalikan. Kuncinya adalah kualitas. PBN yang baik dibangun di atas domain-domain dengan metric authority (seperti Domain Rating) yang masih terjaga, kontennya unik dan bernilai (bukan spun content), dan dikelola seperti blog biasa agar tidak terdeteksi sebagai "jaringan". Ketika dijalankan dengan profesionalisme, PBN bisa menjadi komponen ampuh dalam strategi link building yang lebih luas, mempercepat pertumbuhan otoritas website secara signifikan.

Tips Praktis: Audit dan Bangun Profil Backlink yang Sehat

Gimana cara mulai mengaplikasikan semua teori ini? Ini langkah-langkahnya:

1. Audit Profil Backlink Kamu Sekarang

Gunakan tools seperti Ahrefs, Semrush, atau Majestic. Lihat komposisi dofollow vs nofollow kamu. Apakah terlalu banyak nofollow dari sumber spam? Atau malah 100% dofollow yang terlihat tidak natural? Profil yang sehat biasanya memiliki variasi.

2. Diversifikasi Sumber Link

Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang. Dapatkan link dari berbagai sumber:

  1. Editorial Links: Link dofollow natural dari konten orang lain (target utama).
  2. Business Listings: Dari direktori lokal yang reputable (campuran dofollow/nofollow).
  3. Social Shares: Meski kebanyakan nofollow, bagus untuk sinyal sosial dan traffic.
  4. Guest Posts: Pastikan dari blog niche yang relevan dan dapat link dofollow.
  5. Resource Pages: Cari halaman "sumber daya" di blog niche kamu dan usulkan kontenmu.

3. Jangan Takut dengan Nofollow, Tapi Prioritaskan Dofollow

Setiap kali ada kesempatan dapat mention (meski nofollow), ambil. Itu exposure gratis. Tapi, alokasikan energi terbesarmu untuk menciptakan aset yang layak dapat link dofollow. Fokus pada kualitas, dan link yang berkualitas akan mengikuti.

Masa Depan Dofollow dan Nofollow: Apakah Masih Relevan?

Dengan update algoritma Google yang terus berkembang, ada yang bertanya, apakah perbedaan ini masih penting? Jawabannya: Ya, sangat. Meskipun Google mungkin menggunakan sinyal yang lebih canggih, atribut rel pada link tetap adalah petunjuk langsung dari webmaster tentang bagaimana mereka ingin sebuah link diperlakukan. Konsep "endorsement" vs "bukan endorsement" adalah dasar dari web yang terpercaya. Jadi, pemahaman mendalam tentang backlink dofollow vs nofollow untuk SEO bukanlah pengetahuan usang, melainkan fundamental yang harus dikuasai siapa pun yang serius bermain di ranah digital. Dengan memanfaatkan keduanya secara bijak, kamu membangun pondasi otoritas website yang kokoh, natural, dan siap untuk melesat di hasil pencarian.…